Aliran Rasa WorkshopPandu45 (I)

Pagi itu di akhri bulan November baru saja saya sampai kantor tiba-tiba istri saya Sarah Fauziyyah mengirimkan saya sebuah poster sebuah workshop ke WA saya.

Istri : Ba, kita ikut ini yuk..
Saya : Apaan tuh?
Istri : Workshop Pandu45, dari IIP gitu, acaranya di Bogor.
Saya : kapan?
Istri : Akhir bulan desember ba, di bogor juga acaranya di the heritage salak hotel.
Saya : bayar?
Istri : bayar ba, 500ribuan ba
saya : klo ada uangnya ikuta aja (rada-rada ga ikhlas) haha

oh ya poster nya kurang lebih kayak gini yang istri saya kirim

esok harinya, istri saya wa lagi maksa saya untuk segera transfer biaya buat ikut workshopnya katanya biar ga terlalu mahal. Okelah saya transfer aja ikutin kata istri.

Tibalah dihari weekend tepatnya sabtu, 21 desember 2019 saya niatkan untuk cuti/izin(dengan terpaksa) ke HRD demi menemani istri saya yang mau ikut workshop Pandu45. anyway saya memang hari sabtu harusnya masuk kerja karena biasanya pasien rumah sakit lagi banyak2nya pas sabtu. Sabtu itu akhirnya saya ke Bogor bersama istri dan anak saya dengan harapan besok minggu 22 Desember 2019 kami ga telat ikut acara workshopnya.

Jujur aja semenjak menikah saya sebetulnya lebih seneng berleha-leha, tidur2an ketika weekend tiba ketimbang saya harus bertemu orang2 banyak apalagi yg ga (belum) kenal. Sangat melelahkan bagi saya. saya lebih suka menikmati weekend dirumah dengan menonton film dikamar.

Minggu pagi 22 desember 2019 pun tiba, seiring dengan suara gemercik2 air dari pipa pembuangan limbah kamar mandi tetangga yang terdengar saya pun bangun untuk bersiap-siap (nganter) istri workshop, saya setrika baju saya dan istri dipagi hari, sediakan sarapan dll (semua itu dilakukan saya klo di Bogor) :v haha….

Ketika semua sudah siap, dengan berat hati saya harus menitipkan sang buah hati tercinta (yasmin) kepada mama karena saya dan istri mau workshop.

Yasmin masih dalam kondisi tertidur dan sayapun berangkat bersama istri.

ketika mau berangkat sungguh menjengkelkan bagi saya karena di rumah bogor sedang ada pemasangan pipa septic tank (ipal komunal) dari pemerintah yang mana jalanan jadi banyak tanah basah yang membuat motor saya sudah bergerak dan bikin sepatu saya kotor!….. (semoga cepet beres pemasangan pipanya)

Setelah berhasil mengeluarkan motor dari jalanan yg penuh dengan tanah, saya dan istri akhinya melaju…..

diperjalanan kurang lebih 2KM, saya tiba2 meraba kantong celana saya, dan berkata “uma,….kayaknya hape aku ketinggalan nih” “mau diambil dulu, ba?” sahut istri.

“waduh ntar kita telat, malulah klo telat” jawab saya,

tapi ntar bete dan khawatir ada order2an dan kerjaan yg masuk ke HP sih, Sahut saya.

akhirnya saya putar balik ke rumah untuk ambil hape yang tertinggal.

Setelah itu saya melanjutkn perjalanan dan akhirnya sampailah di The Heritage Salak

Sebetulnya bukan kali pertama saya kesana, tapi waktu zaman sekolah saya sudah sering kesana untuk ikut acara2 jepang gitu.

ketika menuju meja registrasi, tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang yang tiba2 menyapa, dan ternyata dia adalah anak dari Direktur tempat saya kerja dulu. kebetulan anak tersebut sedang ikut sama bunda/umi nya jaga booth bazar.

walah dunia sempit ya, ga jauh dari lingkaran2 itu lagi..

setelah regstrasi saya dan istri kaget karena sudah banyak orang yang datang, akhirnya saya dan istri kebagian di tempat yang luamayan ga belakang banget, (tapi dingin banget)

workshop pun dimulai, saya dan istri pun mengikuti workshop dengan seksama.

akhirnya saya bisa lihat bu Septi dan pak Dodik yang sering istri ceritakan ketika ngobrol tentang IIP kepada saya.

ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari ikut kelas workshop pandu 45 ini, yang awalnya saya sudah underestimate tapi banyak ilmu yang isa saya dapatkan terkait ide2 bermain dan pembelajaran untuk diterapkan di keluarga.

tak bisa yang bisa saya katakan selain LUAR BIASA, untuk resume isi workshopnya nanti saya buat dipostingan saya berikutnya.

#FokusPadaKekuatanSiasatiKelemahan

Salam

Randy Mandala

Leave a Comment